Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Bintara Jaya II, Dorong Siswa Teladani Akhlak
Rasulullah
BEKASI BARAT — SDN Bintara Jaya II,
Bekasi Barat, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis
(3/9/2026). Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk
Menjadi Anak Saleh, Cerdas, Ceria, dan Berakhlak Mulia”, kegiatan tersebut
dikemas dengan ceramah interaktif, penampilan kreativitas siswa, hingga lomba
membuat tumpeng antarkelas.
Peringatan
Maulid Nabi ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran
Rasulullah SAW, tetapi juga dimanfaatkan sekolah untuk menanamkan nilai-nilai
keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada para siswa.
Sejumlah
tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Panglima FBR
Jabodetabek H. Syahrul Ghozali, SH, H. Asdi Bahtiar, S.Pd., M.Si.
yang mewakili tokoh masyarakat sekitar, Ketua RT setempat Fery Meizyanto, SE,
serta Pengawas Agama Kecamatan Bekasi Barat Hj. Siti Rowiyah, S.Pd.I., M.Pd.
Diawali Pembacaan Maulid Diba’ Barzanji
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Maulid Diba’ Barzanji yang dibawakan oleh siswa kelas VI A di bawah pimpinan Bapak Asmawi, S.Pd.I. Pembacaan Maulid tersebut menjadi pembuka yang membawa suasana kegiatan menjadi lebih khidmat sebelum memasuki rangkaian acara berikutnya.
Acara
kemudian dipandu oleh Yunita, S.Pd. selaku pembawa acara.
Dalam
kesempatan tersebut, Kepala SDN Bintara Jaya II Dwi Martanti, S.Pd.SD
menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini memiliki makna tersendiri
bagi keluarga besar sekolah.
Pasalnya,
kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum syukuran atas selesainya
pembangunan dua ruang kelas baru di SDN Bintara Jaya II.
“Alhamdulillah,
selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, hari ini kita juga bersyukur
karena pembangunan dua ruang kelas telah selesai 100 persen,” ujar Dwi.
Dwi berharap fasilitas baru tersebut dapat memberikan manfaat bagi siswa dan mendukung proses pembelajaran di sekolah. Lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia pun mengajak para guru dan siswa untuk meneladani Rasulullah sesuai dengan peran masing-masing.
“Sebagai
guru, contohlah Rasulullah ketika beliau menjadi seorang guru. Sebagai anak,
tirulah bagaimana Rasulullah ketika menjadi anak-anak,” tuturnya.
Siswa Tampilkan
Beragam Kreativitas
Kemeriahan peringatan Maulid Nabi juga terlihat dari berbagai penampilan yang disuguhkan para siswa. Sejumlah siswa menampilkan tari, hafalan surat-surat pendek, serta menyanyi. Penampilan tersebut mendapat perhatian dan antusiasme dari para peserta yang hadir. Selain penampilan di atas panggung, masing-masing kelas juga mengikuti lomba membuat tumpeng. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama, mengembangkan kreativitas, serta membangun rasa kebersamaan antarteman.
Ustadz Zaki
Mubarok Bawakan Ceramah Interaktif
Tausiah
menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.
Ceramah disampaikan oleh Ustadz Zaki Mubarok, dai yang merupakan alumni
program AKSI Indosiar.
Ustadz Zaki menyampaikan materi tentang akhlak Rasulullah SAW dengan gaya yang akrab dan dekat dengan dunia anak-anak. Alih-alih menyampaikan ceramah dalam format satu arah, ia mengajak para siswa berdialog dan berinteraksi secara langsung. Pertanyaan-pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari membuat para siswa terlibat dalam ceramah. Suasana pun berlangsung cair dan tidak kaku. Para siswa tampak antusias mengikuti dialog yang dibangun oleh Ustadz Zaki.
Dalam
ceramahnya, Ustadz Zaki menekankan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan utama
dalam kehidupan. Kemuliaan Rasulullah tidak hanya terlihat dari kedudukannya
sebagai Nabi dan Rasul, tetapi juga dari akhlaknya dalam berinteraksi dengan
manusia.
Ia
mengajak seluruh keluarga besar SDN Bintara Jaya II untuk menjadikan Rasulullah
sebagai contoh dalam menjalankan peran masing-masing.
“Guru
harus belajar bagaimana Rasulullah menjadi seorang guru. Anak-anak juga belajar
bagaimana Rasulullah menjadi seorang anak. Orangtua pun bisa meneladani
Rasulullah dalam kehidupan keluarga,” jelas Ustadz Zaki.
Menurutnya,
semangat Maulid Nabi seharusnya tidak hanya diwujudkan dengan memperbanyak
kegiatan seremonial, tetapi juga melalui usaha untuk menghadirkan akhlak
Rasulullah dalam kehidupan nyata.
Pesan
tersebut sejalan dengan tema kegiatan yang mendorong para siswa untuk tumbuh
menjadi anak yang saleh, cerdas, ceria, sekaligus memiliki akhlak mulia.
Ditutup Doa dan Pemotongan Tumpeng
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Asmawi, S.Pd.I.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan dua ruang kelas baru di SDN Bintara Jaya II. Pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur keluarga besar sekolah atas terselesaikannya pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
Dengan
terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, SDN Bintara Jaya II
berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat terus tumbuh dalam keseharian
para siswa.
Bagi
sekolah, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sosok Rasulullah SAW,
tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya
cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan akhlak
mulia.


Komentar
Posting Komentar